Cara Membuat Motivation Letter untuk Ausbildung: Struktur dan Tips

Share Content Ini:

Feat Image Cara Membuat Motivation Letter untuk Ausbildung

Motivation letter atau Anschreiben merupakan salah satu dokumen yang perlu disiapkan saat melamar Ausbildung.

Berbeda dengan CV yang berisi riwayat pendidikan, pengalaman, dan keterampilan, Anschreiben digunakan untuk menjelaskan motivasi, alasan memilih perusahaan, serta mengapa kamu layak dipertimbangkan untuk posisi tersebut.

Dokumen ini biasanya dikirim bersama CV (Lebenslauf), ijazah, sertifikat bahasa Jerman, dan dokumen pendukung lainnya sebagai bagian dari berkas lamaran (Bewerbungsmappe).

Jika kamu pernah membuat motivation letter untuk beasiswa, perlu diketahui bahwa format untuk Ausbildung berbeda.

Pada artikel ini, kamu akan mempelajari cara membuat motivation letter untuk Ausbildung, mulai dari struktur hingga tips untuk memperbesar peluang diterima.

Struktur Motivation Letter untuk Ausbildung

Anschreiben memiliki struktur yang cukup baku dalam proses lamaran Ausbildung.

Setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari memperkenalkan identitas pelamar hingga menjelaskan motivasi dan kualifikasi yang dimiliki.

Berikut adalah struktur motivation letter untuk Ausbildung.

1. Header (Data Pengirim dan Penerima)

Header berisi informasi identitas pengirim dan penerima surat.

Bagian ini membantu recruiter mengetahui siapa yang mengirim lamaran serta kepada siapa surat tersebut ditujukan.

2. Betreff (Perihal Surat)

Betreff merupakan judul atau perihal surat yang menjelaskan posisi Ausbildung yang dilamar.

Tuliskan secara singkat, jelas, dan spesifik agar recruiter langsung mengetahui tujuan lamaran.

3. Anrede (Salam Pembuka)

Anrede adalah salam pembuka yang digunakan sebelum isi surat dimulai.

Jika mengetahui nama recruiter, gunakan sapaan secara langsung.

Jika tidak, gunakan salam pembuka yang umum digunakan dalam surat lamaran kerja di Jerman.

4. Einleitung (Paragraf Pembuka)

Paragraf pembuka bertujuan memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan posisi Ausbildung yang dilamar dan alasan awal ketertarikanmu pada program tersebut.

Buat kalimat pembuka yang singkat, relevan, dan mampu menarik perhatian recruiter.

5. Hauptteil (Isi Utama)

Hauptteil merupakan bagian terpenting dalam motivation letter.

Di sinilah kamu harus menjelaskan motivasi melamar, pengalaman atau kemampuan yang relevan, serta alasan mengapa kamu cocok untuk mengikuti program Ausbildung di perusahaan tersebut.

6. Schluss (Penutup)

Bagian penutup digunakan untuk menyampaikan harapan agar kamu mendapat kesempatan mengikuti tahap seleksi berikutnya, serta mengucapkan terima kasih kepada recruiter atas waktu dan perhatiannya.

7. Grußformel dan Tanda Tangan

Motivation letter diakhiri dengan salam penutup yang formal, diikuti nama lengkap dan tanda tangan pelamar.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membuat Motivation Letter untuk Ausbildung

Motivation letter yang baik tidak hanya memiliki struktur yang benar, tetapi juga harus bebas dari kesalahan yang dapat mengurangi kesan profesional di mata recruiter.

Bahkan, kesalahan kecil sekalipun bisa membuat lamaran kurang menarik dibandingkan kandidat lainnya.

Agar peluang lolos seleksi semakin besar, hindari beberapa kesalahan berikut saat membuat motivation letter untuk Ausbildung.

1. Menggunakan Template Copy-Paste

Jangan mengirimkan template yang sama ke setiap perusahaan tanpa melakukan penyesuaian.

Recruiter dapat dengan mudah mengenali surat lamaran yang dibuat secara massal, karena isinya cenderung umum dan tidak menunjukkan ketertarikan terhadap perusahaan yang dilamar.

Sebaiknya sesuaikan isi motivation letter dengan posisi Ausbildung, profil perusahaan, serta alasan ingin bergabung di sana.

2. Menulis Terlalu Panjang

Recruiter lebih menyukai surat lamaran yang singkat, jelas, dan langsung membahas hal – hal yang relevan.

Idealnya, motivation letter untuk Ausbildung cukup ditulis dalam 1 halaman.

Fokuslah pada pengalaman, kemampuan, dan motivasi yang benar – benar mendukung posisi yang dilamar.

3. Tidak Menyesuaikan dengan Perusahaan yang Dilamar

Luangkan waktu untuk mempelajari profil perusahaan, kemudian sesuaikan isi surat dengan alasan mengapa kamu tertarik melamar di sana.

Motivation letter yang spesifik akan menunjukkan bahwa kamu benar – benar memahami perusahaan dan tidak sekadar mengirim lamaran secara acak.

4. Mengulang Isi CV

CV dan motivation letter memiliki fungsi yang berbeda.

CV berisi informasi mengenai pendidikan, pengalaman, keterampilan, dan sertifikat yang dimiliki, sedangkan motivation letter menjelaskan alasan di balik data tersebut.

Daripada mengulang isi CV, gunakan motivation letter untuk menjelaskan bagaimana pengalaman atau kemampuan yang dimiliki bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan.

5. Mengabaikan Tata Bahasa dan Ejaan

Kesalahan tata bahasa, ejaan, maupun penulisan nama perusahaan dapat memberikan kesan bahwa kamu kurang teliti dalam mempersiapkan lamaran.

Sebelum mengirim motivation letter, luangkan waktu untuk membaca kembali isi surat.

Jika memungkinkan, mintalah orang yang lebih berpengalaman untuk melakukan proofread agar kesalahan yang terlewat dapat diperbaiki.

Tips Membuat Motivation Letter untuk Ausbildung

Image Cara Membuat Motivation Letter untuk Ausbildung

Setelah memahami struktur dan menghindari berbagai kesalahan di atas, langkah berikutnya adalah membuat motivation letter yang mampu memberikan kesan positif kepada recruiter.

Berikut beberapa tips yang bisa membantumu menyusun motivation letter untuk Ausbildung.

1. Sesuaikan dengan Jenis Ausbildung yang Dilamar

Setiap program Ausbildung memiliki karakteristik dan kompetensi yang berbeda.

Oleh karena itu, sesuaikan isi motivation letter dengan bidang yang dipilih.

Misalnya, jika kamu melamar Ausbildung di bidang keperawatan, tunjukkan kepedulian terhadap orang lain dan kemampuan bekerja dalam tim.

2. Tunjukkan Alasan Memilih Perusahaan

Recruiter ingin mengetahui mengapa kamu memilih perusahaan mereka, bukan hanya mengapa kamu ingin mengikuti Ausbildung.

Sampaikan alasan yang spesifik, misalnya karena reputasi perusahaan, kesempatan belajar yang ditawarkan, teknologi yang digunakan, atau bidang pekerjaan yang sesuai dengan tujuan kariermu.

3. Gunakan Bahasa yang Singkat dan Jelas

Motivation letter tidak harus menggunakan kalimat yang rumit agar terlihat profesional.

Sebaliknya, gunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan langsung pada inti pembahasan.

Hindari penggunaan kalimat yang bertele – tele atau informasi yang tidak berkaitan dengan posisi Ausbildung yang dilamar.

4. Lakukan Proofread Sebelum Mengirim

Sebelum mengirim lamaran, baca kembali motivation letter secara menyeluruh.

Periksa apakah terdapat kesalahan penulisan, tata bahasa, tanda baca, maupun informasi yang kurang tepat.

Melakukan proofread beberapa kali bisa membantumu menemukan kesalahan yang mungkin tidak disadari saat pertama kali menulis.

5. Jangan Mengirim Motivation Letter Sebelum Bahasa Jerman Siap

Jika motivation letter ditulis dalam bahasa Jerman, pastikan kamu memahami setiap kalimat yang ada di dalamnya.

Jangan hanya mengandalkan hasil terjemahan atau AI tanpa melakukan pengecekan ulang.

Apabila masih ragu, mintalah bantuan dari orang yang memiliki kemampuan bahasa Jerman yang baik untuk memberikan masukan.

Motivation letter yang ditulis dengan bahasa yang tepat akan memberikan kesan yang jauh lebih profesional kepada recruiter.

5/5 - (1 vote)

Butuh Konsultasi Program Kursus Bahasa Jerman untuk Ausbildung atau Karier di Negara Berbahasa Jerman?


Silakan isi form di bawah ini. Kami akan segera menginformasikan lebih detail tentang program yang tepat untukmu dan cara mendaftarnya.

Scroll to Top